180 Derajat

180

Desing peluru bersahutan

Aku gentar tanpa makna

Menerobos relung jiwa yang terluka

Hati keras semakin keras

MERONTA

Membuahkan desir merdu membahana

“Ada apa ini?”

Mata-mata itu terusik

Muka-muka marah yang tak cantik

Aku tertegun

Mempertanyakan

“Siapakah aku?”

Bebal

Otak ini mendidih

Semuanya luntur

Menyisakan pertanyaan mematikan

Aku berlari semampuku berlari

Tapi aku pun diam semampuku untuk diam

Menepis semua, aku menemukan jawabnya

Aku merdeka

Hatiku terbebas

Jiwaku berkobar hebat

Melahirkan semangat

Semangat tak ragu, tak gentar dan tak akan pupus

180 derajat

Makna hidup yang kutemukan

Kuatkan langkahku tak tergoyahkan

_ammassa19_

-Surakarta, 22 November 2011-

image from www.project180la.com

Iklan

Makna Berbeda

DITOLAK
Apa persepsimu atas kata yang satu ini? Bagaimana pendapatmu memaknai satu kata ini? Apakah kau tahu?
Sedikit kan kuceritakan apa yang aku rasakan dengan kata yang satu ini. Kata yang bagiku sangat dalam maknanya. Kata yang membuat bulir air mataku menetes. Tak terbendung. Tak bisa kutahan lagi ketika aku mendengar mereka menyebutkannya. Seketika itu, air mataku menetes.
‘Dengan ini, LPJ SKI FKIP UNS 2013 DITOLAK’ (intinya seperti itu, lupa redaksionalnya seperti apa).
Ada yang bilang, ketika kamu menangis karena tidak terima dengan penilaian manusia, maka perlu dipertanyakan lagi keikhlasanmu. Jujur, aku kurang sependapat dengan pernyataan itu. Ini menyangkut emosional. Bagiku itu hal yang wajar. Spontanitas air mata itu menetes. Tersedu. Tak peduli orang mau berkata apa tentang aku dan tangisku.

Tapi….
Aku tak mungkin seperti ini terus menerus kan??? Akupun berpikir. Menata hati. Mencoba tegar atas hal ini.
‘Tak mengapa LPJ DITOLAK. Tak masalah. Toh mereka hanya menilai dari LPJ, yang itu merupakan laporan hasil. Sedangkan kau tahu. Sungguh…atau bahkan kau lebih dari sekadar tahu. Ya… Paham. Pahamlah kata yang tepat untuk mendeskripsikan pengetahuanmu. Kau paham bahwa Allah Azza Wa Jalla melihat proses, bukan hasil. Bagaimana kau berproses di SKI selama satu periode kepengurusan ini. Proses yang itu adalah progres, bukan regres. Bukankah Allah Azza Wa Jalla menykai yang sedikit namun kontinyu daripada banyak tapi itu hanya sekali??? Kontinyu. Ya. Saya mengartikan kontinyu itu sebagai sebuah proses.

DITOLAK. Sebenarnya ini yang aku inginkan ketika dulu aku menjadi evaluator MUASKI XXI, yang saat itu di bawah kepemimpinannya a’ Anang Son. Ga nyangka bakal terjadi, tapi di era kepemimpinan yang berbeda.
Tapi…
Kan aku maknai satu kata ini dengan makna yang berbeda.
Semoga tak memaksa.
kalo sebelum-sebelumnya LPJ itu diterima dengan syarat (6 bulan pendampingan dari PHT pas eranya a’ Anang Son dan 3 bulan pas eranya a’ Bayu), yang ini lain. Bener-bener ga nyangka banget. DITOLAK tanpa syarat. Kalo kaya gini, ada pendampingan atau malah dilepas gitu aja ya??? Tapi tak mungkin jika kepengurusan berikutnya bakal dilepas begitu saja. Pendampingan selama satu kepengurusan, bisa jadi seperti itu. Ini berarti SKI FKIP UNS 2013 bakal bersama lagi meski secara struktur tidak sama.
Kalo aku boleh menyimpulkan atas keputusan evaluator pada pandangan umum, ‘sebenarnya mereka itu menginginkan kepengurusan SKI FKIP satu tahun ke depan kembali dibawah kendali A’ Muamar beserta jajarannya. Namun mereka gengsi, tak mau mengakui. Jadi, Menolak LPJ kita adalah MODUS.
Terus, mereka secara tersirat tidak menginginkan SKI FKIP UNS periode 2013 lengser karena mereka melihat, Ukhuwah kita begitu kuat. Mereka tidak tega ketika kita harus memisahkan kita.
Sekian
-Keluarga SKI FKIP UNS 2013 dalam ikatan Ukhuwah-
Amalia Sari, Surakarta 05122013

Makna Berbeda

DITOLAK
Apa persepsimu atas kata yang satu ini? Bagaimana pendapatmu memaknai satu kata ini? Apakah kau tahu?
Sedikit kan kuceritakan apa yang aku rasakan dengan kata yang satu ini. Kata yang bagiku sangat dalam maknanya. Kata yang membuat bulir air mataku menetes. Tak terbendung. Tak bisa kutahan lagi ketika aku mendengar mereka menyebutkannya. Seketika itu, air mataku menetes.
‘Dengan ini, LPJ SKI FKIP UNS 2013 DITOLAK’ (intinya seperti itu, lupa redaksionalnya seperti apa).
Ada yang bilang, ketika kamu menangis karena tidak terima dengan penilaian manusia, maka perlu dipertanyakan lagi keikhlasanmu. Jujur, aku kurang sependapat dengan pernyataan itu. Ini menyangkut emosional. Bagiku itu hal yang wajar. Spontanitas air mata itu menetes. Tersedu. Tak peduli orang mau berkata apa tentang aku dan tangisku.

Tapi….
Aku tak mungkin seperti ini terus menerus kan??? Akupun berpikir. Menata hati. Mencoba tegar atas hal ini.
‘Tak mengapa LPJ DITOLAK. Tak masalah. Toh mereka hanya menilai dari LPJ, yang itu merupakan laporan hasil. Sedangkan kau tahu. Sungguh…atau bahkan kau lebih dari sekadar tahu. Ya… Paham. Pahamlah kata yang tepat untuk mendeskripsikan pengetahuanmu. Kau paham bahwa Allah Azza Wa Jalla melihat proses, bukan hasil. Bagaimana kau berproses di SKI selama satu periode kepengurusan ini. Proses yang itu adalah progres, bukan regres. Bukankah Allah Azza Wa Jalla menykai yang sedikit namun kontinyu daripada banyak tapi itu hanya sekali??? Kontinyu. Ya. Saya mengartikan kontinyu itu sebagai sebuah proses.

DITOLAK. Sebenarnya ini yang aku inginkan ketika dulu aku menjadi evaluator MUASKI XXI, yang saat itu di bawah kepemimpinannya a’ Anang Son. Ga nyangka bakal terjadi, tapi di era kepemimpinan yang berbeda.
Tapi…
Kan aku maknai satu kata ini dengan makna yang berbeda.
Semoga tak memaksa.
kalo sebelum-sebelumnya LPJ itu diterima dengan syarat (6 bulan pendampingan dari PHT pas eranya a’ Anang Son dan 3 bulan pas eranya a’ Bayu), yang ini lain. Bener-bener ga nyangka banget. DITOLAK tanpa syarat. Kalo kaya gini, ada pendampingan atau malah dilepas gitu aja ya??? Tapi tak mungkin jika kepengurusan berikutnya bakal dilepas begitu saja. Pendampingan selama satu kepengurusan, bisa jadi seperti itu. Ini berarti SKI FKIP UNS 2013 bakal bersama lagi meski secara struktur tidak sama.
Kalo aku boleh menyimpulkan atas keputusan evaluator pada pandangan umum, ‘sebenarnya mereka itu menginginkan kepengurusan SKI FKIP satu tahun ke depan kembali dibawah kendali A’ Muamar beserta jajarannya. Namun mereka gengsi, tak mau mengakui. Jadi, Menolak LPJ kita adalah MODUS.
Terus, mereka secara tersirat tidak menginginkan SKI FKIP UNS periode 2013 lengser karena mereka melihat, Ukhuwah kita begitu kuat. Mereka tidak tega ketika mereka harus memisahkan kita.
Sekian
-Keluarga SKI FKIP UNS 2013 dalam ikatan Ukhuwah-
Amalia Sari, Surakarta 05122013 15:13 wib
images...

Kalau bukan kita, siapa lagi???

Gambar

Kalau mau bilang ga pantas, semua orang pasti merasa ga pantas jika diberi amanah yang sekiranya itu tidak sesuai dengan keadaan diri kita (dilihat dari kacamata kita, bukan orang lain). Tapi, kalau bukan kita, siapa lagi yang akan memikulnya? siapa lagi yang akan mengembannya? Jika kita berpikir masih ada si A, si B atau si Z yang lebih mampu mengembannya, barangkali si A, si B atau si Z juga berpikir ah masih ada si X, si Y atau si C. Maka pikiran-pikiran itu tidak akan berujung. Khusnudzon??? Berprasangka baik pada saudara-saudara kita bahwa mereka itu lebih baik dari kita? Tak apa, itu baik. Tapi menurut saya itu lebih mengarah kepada pelimpahan tanggungjawab kita. Membebankan kepada orang lain apa yang menjadi tanggungjawab kita. Ingat, kita adalah seorang da’i sebelum kita jadi yang lainnya.

Jangan sampai, futurnya diri ini, kecewanya apalagi membelotnya diri ini setidaknya menambah satu masalah bagi para pelaku dakwah lainnya. Berikan kontribusi terbaik kita untuk keberlangsungan dakwah ini ke depan. Kita memang bukan yang pertama, kita juga tak ingin menjadi generasi yang terakhir. Tapi, kita adalah penyambung rantai dakwah ini agar tetap ada, juga memberikan kesempatan kepada generasi setelah kita untuk merasakan perjuangan yang sekarang kita rasakan, merasakan nikmatnya berjuang bersama dalam ikatan ukhuwah yang indah.
Kalau bukan kita, siapa lagi???
Dakwah akan tetap ada dengan atau tanpa kita di dalamnya, tapi kalau kita tak bersama dakwah akan bersama siapa kita???

Masih ragu??? Yuk kita baca terjemahan ayat berikut: QS. Al Maidah: 54

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.”

Mari jadi kaum yang dicintai Allah dan kita-pun mencintai-Nya, wujudnya??? Berjuang bersama di jalan ini, BERSAMA-SAMA. 🙂

Berjuang rame-rame, masuk Surga rame-rame…

Raga Tanpa Jiwa

Begitu angker,

Ketika seonggok daging terbujur kaku

Menyeramkan

Suasana hati tak tenteram

Sekitarku begitu mencengkeram

Membuat hati ini tergetar

Membisu, menangis, meronta

Begitulah keadaannya

 

Bulir air mata menggenang di kelopak mata

Meleleh hangat, menetes, membasahi tubuhku

 

Inilah,

Begitu peliknya

Lapang dada ataukah terus tak terima ?

Namun, itulah kenyataannya

Lapang dada lebih bermakna ketika kau mampu memahaminya

Karena di sudut ruang ini

Ada cahaya terang Sang Pemilik ’Arsy

Love Letter for my sister

ImageNanti, disuatu saat, jika kau merasa sendiri, jika kau tidak tahu hendak kemana, jika kau bingung untuk  menemukan jawaban, jika kau sudah mencari teman untuk berbagi, tapi tak kau temukan, atau jika kau sulit untuk membaginya karena kau tidak mau membebani orang-orang yang kau cintai, maka di sini ada beberapa hal yang mungkin dapat membantumu.

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia… Allah tahu betapa keras engkau berusaha.

Jika kau sudah menangis sekian lama namun hatimu masih terasa pedih… Allah sudah menghitung air matamu.

Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu terasa berlalu begitu saja… Allah sedang menunggu bersamamu.

Ketika kau kesepian dan kawanmu berlalu, sibuk meski hanya untuk menelepon dan “say hallo”… Allah selalu berada disisimu.

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi… Allah punya jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan… Allah dapat menenangkanmu.

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan… Allah sedang berbisik kepadamu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban… Allah sedang tersenyum kepadamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi…Allah sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

INGATLAH!!! Bahwa dimanapun dan kemanapun kau menghadap… Allah tahu dan selalu bersamamu.

Saudariku… Jangan pernah berhenti atas segala usaha yang telah kau perjuangkan. Jangan pernah merasa puas dengan apa yang telah engkau dapatkan. Teruslah berusaha karena Allah senantiasa melihat usahamu.

Saudariku… Teruslah berjuang. Jangan pernah berhenti!! Amanah da’wah saat ini telah menantimu. Jangan pernah mundur dari jalan ini! Sesungguhnya Allah telah memilihmu untuk menjadi jundi-jundi-Nya (prajurit-prajurit-Nya).

Saudariku… Saat-saat terindah dalam hidup ini adalah saat kau merasakan betapa Maha Besarnya Allah, Maha Rahman dan Rahimnya Dia yang telah memberikan segala nikmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat dipertemukan dalam sebuah bingkai “UKHUWAH”.

Saudariku…Sesungguhnya di sekitar ‘Arsy terdapat mimbar-mimbar dari cahaya yang di atasnya terdapat suatu kaum yang menggunakan pakaian cahaya. Mereka itu bukanlah Nabi juga bukan syuhada. Akan tetapi para nabi dan syuhada pun tertegun (merasa iri) kepada mereka hingga berkata, “Wahai Rasul, tolong beri tahu siapakah gerangan mereka itu?”. Beliau menjawab, “Mereka adalah yang saling  menjalin cinta kasih karena Allah swt dan saling bermajelis karena Allah swt dan saling mengunjungi karena Allah swt semata.

SEMOGA KITA JUGA, SAUDARIKU.

Saudariku,Selamat berusaha dan berjuang untuk menggapai cinta-Nya.

Cinta yang tak terkalahkaoleh berjuta bahkan bermilyar-milyar cinta dari makhluk-Nya.

Surat cinta dari Ka’ Rere